Friday, 18 December 2009

Sejarah Kamera Canon


Sebelumnya saya sudah membahas sekilas tentang sejarah terbentuknya Canon Inc postigan sebelumnya yaitu Sejarah Canon. Sekarang saya coba ceritakan sekilas sejarah perkembangan kamera buatan Canon dari awal sampai seri terakhir.

1. Kwanon, kamera pertama Canon. (1933)
Kwanon 35mm Rangefinder adalah cikal bakal kamera Canon yang iklannya pertama muncul di Asahi Camera Magazine tahun 1934. Kamera ini tidak pernah diproduksi masal, dan bahkan apa yang ada pada majalah adalah merupakan model kayu saja tanpa bisa di operasikan. Namun Yoshida sang founder mengaku pernah membuat prototype Kwanon sebanyak 10 buah.





2. Hansa Canon, kamera produksi masal pertama Canon. (1936-1939)


Hansa Canon 35mm Rangefinder adalah kamera produksi masal pertama yang dijual secara komersil oleh Presision Optical Instrument Laboratory (nama awal Canon Inc) yang merupakan hasil kerjasama dengan Nippon Kogaku Kogyo (cikal bakal Nikon Corp). Hansa adalah merk dagang dari perusahaan distributor kamera Omiya Shashin Yohin Co., Ltd yang menjadi agen tunggal penjual kamera tersebut. Kamera ini adalah kamera pertama buatan Jepang.

3. Canon Seiki Kogaku, kamera 35mm Rangefinder (1939-1944)


Adalah kamera yang sama dengan Hansa Canon namun tanpa gravir "Hansa" pada body kamera setelah Omiya Shashin Yohin Co., Ltd memutuskan untuk hanya memakai nama Canon dalam kamera tersebut. Dan seterusnya ditambahkan gravir Seiki-Kogaku pada body kamera. Beberapa model yang dikeluarkan adalah "Standard Model," "S atau Newest Model," "J atau Popular Model" and "NS atau New Standard Model."




4. Canon Seiki Kogaku (post war), kamera 35mm Rangefinder (1946-1968)
Line up kamera Canon di masa kebangkitan kembali setelah sempat berhenti berproduksi selama puncak perang dunia kedua.
Produk pertama yang mereka produksi kembali setelah perang (post war) adalah type "J II" yang merupakan kelanjutan dari type "J" terdahulu. Namun semua part yang digunakan merupakan sisa2 dari produksi type "J" mereka terdahulu.





Dengan terus bertambahnya keuntungan dari perusaan, pada oktober 1946 mereka berhasil meluncurkan type "S II" yang merupakan type orisinil buatan Canon dan tidak meniru dari model Leica lagi. Pada type ini mereka sudah memakai lensa buatan mereka sendiri dengan nama "Serenar"(yang sebelumnya memakai lensa buatan Nippon Kigaku yang bernama Nikkor Lens). Pengembangan ini sebetulnya sudah dilakukan sejak 1937 oleh engineer mereka.


Selama masa ini juga dilakukan pengembangan terhadap teknologi yang digunakan pada kamera buatan mereka. Seperti pada type "II B" dilakukan pengembangan pada viewfinder kamera menjadi 3 pilihan mode. Sehingga pemakaian viewfinder dapat di sesuaikan dengan lensa yang berbeda. Pengembangan inilah yang dijadikan sebagai tonggak awal dari pengembangan lainnya oleh Canon. Banyak pengembangan yang terjadi setelahnya pada kamera Canon, seperti:
  • Slow speed Shutter;
  • Fast shutter speed;
  • Fix Focal Plane Shutter;
  • Electronic Flash Syncronization;
  • Penggantian roll kamera di belakanga kamera (sebelumnya dari bawah)
  • Pengembangan lensa Serenar 50mm f1.8 type Gaussian menjadi tanpa flare yang selanjutnya membuat lensa tersebut menjadi Historical Masterpiece Lens. Dan nama Serenar digantikan dengan Canon pada body lensa pada pengembangan selanjutnya.
  • Fast winding trigger
  • Built-in exposure meter

Seiring dengan banyaknya pengembangan2 yang dilakukan oleh tim engineering Canon terhadap kamera mereka, membuat kualitas kamera 35mm Rangefinder buatan mereka menjadi sangat baik. Salah satu contohnya adalah type "IV Sb2" yang mempunyai Electronic Flash Sync pertama. Model ini dinilai sebagai Masterpiece-nya Canon dan bahkan karena model inilah Canon sempat juga dinyatakan sejajar dengan Leica pada waktu itu, sebelum akhirnya Leica mengeluarkan type "M3"
Kehadiran "M3" membuat para engineer dari Canon merasa terancam. Mereka menilai "M3" dikerjakan dengan sangat sempurna. Hingga mereka merasa tidak yakin akan tetap bisa bertahan jika tetap mempertahankan untuk tetap memroduksi kamera 35mm Rangefinder. Dengan alasan itulah Canon mulai serius untuk mendalami kamera Single Lens Reflex (SLR).

Meski mereka sudah serius dalam penggarapan SLR, namun Canon tetap memproduksi Hi-end 35mm Rangefinder. Dua type terakhir mereka "7" dan "7S" ternyata sangat berhasil dan sangat diminati oleh para pengguna kamera saat itu. Namun kesuksesan itu tidak semata-mata membuat Canon tetap bertahan pada produksi 35mm Rangefinder. "7S" adalah kamera Luxurius 35mm Rangefinder produksi terakhir dari Canon sekaligus menutup 32 tahun tradisi Canon dalam memproduksi Luxury 35mm Rangefinder Camera mereka sejak pertama kali Kwanon dibuat.

5. Canon 35mm film lens shutter camera, (1961-2005)
Ketika Canon memulai untuk berpindah produksi mereka dari 35mm Rangfinder menjadi SLR, Canon mulai mencari alternatif lain untuk bisa sedikitnya menggantikan posisi 35mm Rangefinder mereka.

Canon merasa reputasi mereka dalam pembuatan kamera 35mm Rangefinder sangat diakui oleh para konsumen. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk memproduksi kamera jenis ini sebagai range produk mereka. Pada januari 1961 mereka meluncurkan Canonet sebagai Canon's first intermediate-class, Lens-Shutter 35mm camera. Dan keberhasilan pendahulunya tetap bisa diikuti oleh Canonet. Hal itu dibuktikan dengan prestasi penjualannya dalam 2,5 tahun Canonet sudah terjual sebanyak 1juta buah.

Pada september 1969 olimpus-pen merupakan kamera pertama di jepang dengan format Half Frame. Dan pada Februari 1963 Canon meluncurkan DEMI. DEMI di ambil dari bahasa Francis yang artinya setengah. Canon membangun DEMI untuk lebih melebarkan pasar Canon dalam hal penjualan kamera. Diluncurkannya Canonet dan Demi adalah awalan untuk banyak perubahan kedepan. Canonet dan Demi adalah cikal bakal dari kamera poket yang sering kita pakai sekarang. Meskipun Canonet dan Demi ditunjukan untuk pasar menengah, namun dalam perkembangannya Canon tetap menawarkan format kamera jenis ini dalam berbagai varian dan segmen pasar. Berikut adalah beberapa jenis pengembangan dari jenis kamera tersebut:
  • Canonet (1961-1972)
  • Demi (1963-1967)
  • Snappy (1982-1998)
  • ELPH (1996-2002)
  • SureShot (1979-2005)
6. Canon Single Lens Reflex (SLR), kamera SLR buatan Canon(1959-2004)

Sejak Canon memutuskan untuk berpindah ke jalur ke SLR, sebetulnya pada waktu itu sudah ada 8 model SLR yang beredar dipasaran.
Canon Flex adalah SLR pertama buatan Canon yang diluncurkan pada Mei 1959. Kamera ini menggunakan mount lensa dengan type R. Sehingga semua kamera dengan mount type ini dinamakan kamera seri R. Kamera seri R yang diluncurkan adalah "Flex", "Flex RP", "Flex R2000", "Flex RM". Pada tahun yang sama tepatnya bulan Juni, Nikon juga meluncurkan produk mereka yaitu "Nikon F" (kamera SLR pertama buatan Nikon).

Canonex adalah kamera Canon Lens Shutter (shutter pada lensa) pertama dan terakhir yang di produksi oleh Canon. Kamera ini dibuat karena pada waktu itu pasar eropa sangat tinggi permintaanya pada kamera jenis tersebut. Pada kamera ini masih menggunakan mount lensa jenis S (mounting lensa berbentuk ulir dengan standar kamera Leica).



Canon "FX" yang diluncurkan pada April 1964 adalah pengembangan SLR Canon untuk lebih mempermudah pemakaiannya. Kamera seri ini memakai mount lensa dengan tipe "FL". Kelebihan pada mount ini adalah memungkinkan untuk melakukan TTL (trough the lens) metering karena kamera dan aperture pada lensa bisa berkomunikasi secara mekanik. Beberapa type kamera yang di luncurkan sebagai seri FL (dengan mount FL) adalah "FX", "FP", "PELLIX", "FTQL", "PELLIX QL", "TL".

EXee adalah type kamera pertama di jajaran kamera Canon dengan fasilitas elemen depan kamera yang bisa di tukar (interchangeable) dengan sistem ulir atau type EX namun rear elemen (lensa bagian belakang) tetap menempel pada body. Diluncurkan pada oktober 1969, kamera ini adalah seri pertama dengan seri EX. Kamera yang diluncurkan dengan mount lensa EX adalah "EXee" dan "EX AUTO"(februari 1972).


F-1 merupakan kamera pembuka tradisi Top-of-the line Canon pada line-up SLR. Diluncurkan pada Maret 1971 "F-1" diciptakan untuk pemakai kelas Pro. Mempunyai ketahan yang tinggi terhadap perubahan suhu dan cycle mencapai 100000. F-1 merupakan kamera pertama yang memperkenalkan mount FD pada pengguna kamera SLR Canon. Yaitu pengembangan mounting lensa setelah FL. Kelebihan pada mounting ini adalah sudah menggunakan aperture otomatis dan sistem pengunci lensa yang menggunakan sistem breach lock ring. Kehandalan F-1 sangat diakui oleh para pengguna kamera. Namun karena kamera tersebut ditunjukan untuk kalangan profesional, harga yang ditawarkan menjadi ganjalan.

Hingga akhirnya dengan spek yang hampir sama namun dengan harga yang cukup rasional Canon mengeluarkan FTb untuk menjawabnya. Meski tidak sehebat F-1, FTb terbukti mampu menjawab keinginan pasar terhadap kamera SLR. FTb berhasil terjual sebanyak 1juta unit hanya dalam waktu 3 tahun sejak kamera ini diluncurkan. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, pengembangan SLR juga berkembang kearah positif. Penggunaan elektronik dan mikroprosessor mulai diterapkan dalam teknologi SLR agar lebih mudah untuk digunakan oleh para penggunanya.

A-1 adalah pengembangan dari AE-1 (kamera dengan Auto Exposure Canon pertama). Pada A-1 sistem elektronik mulai disempurnakan dengan digunakannya mikrokomputer pada kamera untuk pengaturan shutter speed-priority AE dan mode aperture-priority AE, juga mode fully automatic program AE. Penggunaan mikrokomputer pada kamera oleh Canon merupakan yang pertama didunia. Penggunaan mikrokomputer sangat membantu memudahkan pemakaian kamera. Selain itu mikrokomputer membuat biaya produksi terbilah murah, karena banyak hal yang terintegrasikan didalamnya. Dengan adanya perkembangan yang cukup signifikan tersebut, Canon ingin tetap memberikan yang terbaik pada jajaran Top-of-the-line nya sehingga Canon kembali meliris New F-1 pada september 1981, seputuh tahun semenjak F-1 diluncurkan. New F-1 mempunyai durability dan leability yang sama dengan pendahulunya, namun dilakukan penyempurnaan dengan ditambahkan mikrokomputer dan proses pembuatan body dan optik yang lebih sempurna.

Perkembangan elektronik sangat menguntungkan, hal ini dibuktikan dengan dikeluarkannya model T80 pada April 1985. T80 adalah kamera Canon pertama dengan kemampuan Auto Focus. Untuk bisa melakukan AF, Canon meliris T80 dengan lensa khusus yang dinamakan AC lens. Lensa ini mempunyai mount FD namun mempunyai koneksi sinyal elektrik terhadap bodi dan mempunyai motor pada lensa nya. T80 adalah generasi ketiga pada jajaran T series.
Pada Februari 1985, semenjak T80 diluncurkan Minolta memperkenalkan AF yang sebenarnya kamera 35mm SLR, "Minolta a-7000," diikuti "Minolta a-9000" pada bulan September, sementara Nikon merilis kamera "Nikon F-501" pada April 1986. Permintaan pasar menjadi sangat tinggi semenjak kamera itu diluncurkan, dan bahkan semenjak Nikon meliris "F-501" nya, 50% pasar dikuasai oleh kamera AF. Meskipun Canon sudah meliris T80, tapi kecepatan fokusnya sangat jauh dibanding dengan Minolta dan Nikon. Pada maret 1985 Canon memutus kan untuk mengembangkan kamera AF sebenarnya untuk bisa diliris pada 1 Maret 1987 yang bertepatan dengan ulang tahun Canon yang ke 50.

Sesuai dengan janji nya, setelah dua tahun melakukan research akhirnya pada tanggal 1 Maret 1987 project EOS pertama mereka diluncurkan diluncurkan. EOS (Electronic Optical System) yang diambil dari nama dewa Fajar kepercayaan yunani kuno, yang juga berarti generasi baru dari kamera SLR. Pada generasi EOS, hampir semua aspek diperbaharui diantaranya sensor fokus yang sangat sensitif, BASIS (Base-Stored Image Sensor), motor yang sangat tinggi, dan memperkenalkan supermikrokomputer yang mendukung komputasi dan kontrol yang super cepat. Tidak hanya perubahan pada body, lensa pun mengalami perubahan yang cukup signifikan. Jenis lensa yang dipakai memakai mounting EF (electronic focus). Jenis menggunakan koneksi secara elektrik antara body kamera dan lensa. Selain itu pada jajaran lensa EF diperkenalkan juga USM (Ultrasonic Motor) yang pertama kali dikomersialkan di dunia sebagai aktuator auto focus.
Satu bulan sebelum peluncurannya, "EOS 650" ditunjukkan kepada publik di Jepang Kamera Show di Tokyo dan mendapatkan sambutan yang hangat dan menarik. Pada bulan Mei, dua bulan setelah memasuki pasar, "EOS 650" berhasil merebut pangsa pasar teratas tidak hanya di Jepang, tetapi juga di Eropa. Selain itu, "EOS 650" mendapatkan Kamera Grand Prix Jepang dan pada tahun yang sama European Camera '87/'88 Award berhasil didapatkan juga.

Seiring dengan perkembangan generasi EOS, Canon kembali meliris kamera Top-of-the-line mereka. Pada september 1989 mereka meluncurkan EOS 1. Sesuai dengan tradisi angka satu dari Canon, EOS 1 ditunjukan untuk pemakai profesional. Tidak seperti Canon F-1 yang bertahan selama 10 tahun tanpa banyak perubahan, EOS 1 secara dinamis berubah. Berikut adalah beberapa perkembangan dari model Top-of-the-line EOS.
  • EOS 1N (november 1994) : AF sensor type silang dengan 5 titik fokus;
  • EOS 1N HS (november 1994) dilengkapi Power Drive Booster E1
  • EOS 1N DP (november 1994) dilengkapi battery pack BP-E1
  • EOS 1N RS (maret 1995) dengan fixed semi transparent pellicle mirror sebagai pengganti blank out mirror.
  • EOS 1V (maret 2000) dengan 45 titik fokus, 10 fps. EOS 1V adalah merupakan puncak dari perkembangan kamera 35mm film pada jajaran Top-of-the-line dari Canon.

Untuk lebih meluaskan pangsa pasar mereka, Canon tidak hanya menyasar pasaran profesional namun mereka juga melebarkan sayap untuk pasar pemula. Kamera SLR Canon yang ditunjukan untuk pasaran pemula mereka namakan dengan Kiss. Canon EOS Kiss pertama diluncurkan pada september 1993. Kiss sendiri adalah singkatan dari "keep it smart and silent". Meski EOS Kiss ditunjukan untuk pasar pemula, tapi fitur yang ada seperti AF, mekanisme Exposure dan berbagai macam mode AE tetap tersedia yang menjadikannya rival terhadap kamera-kamera profesional. New EOS Kiss diluncurkan pada september 1996 sebagai pengembangan untuk Kiss sebelumnya dalah hal performance, kemudahan pengoperasian, dan harga yang lebih rasional. Seperti kakaknya jajaran EOS 1, EOS Kiss (atau Rebel untuk pasar Amerika) secara dinamis terus berkembang untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan pasar akan kamera SLR pemula. Perkembangan paling akhir dari Canon untuk kamera SLR pemula adalah diluncurkannya Canon EOS Kiss 7 pada september 2004 sebelum akhirnya semua SLR kamera berpindah pada format Digital.












Bersambung...

No comments:

Post a Comment